Tanya Jawab Seputar Autisme

 

  1. Apakah autisme itu?

Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak. Seringkali gejala tampak sebelum anak mencapai 3 tahun. Gangguan perkembangan ini mempengaruhi :

  • Kemampuan berkomunikasi (berbicara dan berbahasa)
  • Kemampuan berinteraksi sosial (tidak tertarik untuk berinteraksi)
  • Perilaku (hidup di dalam dunianya sendiri)

Umumnya, anak-anak autis sebelum berusia 3 tahun sudah menunjukkan ketidak normalan atau keterlambatan perkembangan dalam berinteraksi sosial, berbicara dan bermain menggunakan daya imajinasi.

  1. Apakah anak saya autis karena saya stress ketika hamil?

Tidak.

Munculnya autisme pada anak tidaklah disebabkan oleh ibu yang sedang stress pada saat hamil.

Walaupun hingga kini para ahli dunia belum menemukan penyebab pasti munculnya autisme, stress bukanlah merupakan salah satu penyebab yang diselidiki. Banyak ibu yang stress pada saat hamil tetapi tidak melahirkan seorang anak penyandang autis.

  1. Apakah autisme itu turunan? Kebanyakan dari Ibu atau Ayah?

Faktor genetik memang disebut sebagai salah satu kemungkinan dari terjadinya autisme, namun demikian, sampai sekarang belum ada penelitian yang menyebutkan apakah faktor genetik ini berasal dati ayah atau ibu. Keduanya memiliki peluang yang sama, hanya sifat autis lebih terlihat nyata pada saudara sekandung lelaki dari pihak ibu maupun ayah (jika memang ada karakteristik autis pada keluarga tersebut).

Kesimpulannya, sebaiknya kita tidak mencurahkan perhatian terlalu banyak apakah autis itu dari ayah ataupun ibu, karena keduanya berpeluang sama. Yang jauh lebih penting justru adalah, bagaimana kita mengasuh, mendidik dan mendukung anak-anak autis ini, agar mereka mendapatkan masa depan yang baik.

  1. Apakah autisme sama dengan retardasi mental?

Tidak.

Dahulu para ahli belum dapat mengkategorikan autisme, sehingga anak-anak yang tidak dapat berkomunikasi ini dianggap memiliki intelegensi rendah. Karena ketidak mampuan mereka dalam mengungkapkan apa yang ada dalam pemikiran, seringkali nilai test IQ mereka berada 70% dibawah dari yang seharusnya (yang mana kategori ini bisa termasuk sebagai retardasi rendah).

  1. Apakah penyebab autisme pada seseorang?

Hingga saat ini para ahli dunia dari Amerika, Eropa dan lainnya masih terus melakukan penyelidikan dan perdebatan mengenai penyebab utama kondisi ini. Beberapa hal seperti :

  • Komplikasi sebelum dan sesudah melahirkan
  • Vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella)
  • Polusi lingkungan
  • Genetik
  • Keracunan logam berat (merkuri)
  • Alergi terhadap makanan tertentu seperti gandum, susu, produk susu, barley, dan lain-lain.

Disebut-sebut sebagai pemicu namun kepastian dan kesimpulan berdasarkan riset mengenai autisme belum juga terpecahkan dan para ahli sepakat bahwa belum ditemukan oenyebab pasti munculnya autisme.

  1. Dari usia berapa gejala autis dapat terlihat?

Sebagian besar orang tua melihat gejala autisme pada anak mereka, saat anak-anak ini berusia 3 tahun.

Ada beberapa orang tua yang sudah melihat gejala saat bayi mereka baru berusia 9 bulan, yang lain, mengamati bahwa gejala autis muncul saat anak mereka 18 bulan. Para orang tua yang cermat ini, mengamati bahwa bayi mereka berbeda dengan bayi lain. Bayi mereka cenderung tidak melakukan kontak mata, tidak bereaksi bila namanya dipanggil dan tidak terlalu menyukai dipeluk. Biasanya gejala autis akan muncul semakin banyak dengan semakin meningkatnya usia anak.

  1. Apakah autisme dapat disembuhkan?

Sebetulnya kembali kepada definisi, apakah yang disebut sebagai ‘sembuh’? Kalau yang dimaksud sembuh adalah, anak ini mampu berpikir serta bertingkah laku seperti anak-anak lain tanpa pertolongan para ahli, tanpa metode khusus dan tidak menjalani terapi yang diperlukan, rasanya kemungkinan untuk sembuh sangatlah kecil. Para ahli yang dimaksud disini, tidaklah melulu harus mereka yang bergelar medis. Orang tuapun bisa menjadi pendidik yang andal selama mereka mau belajar, mencoba dan pantang menyerah.

Disisi lain, di negara maju, tidak sedikit anak-anak dengan kondisi autis yang tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berhasil. Mengingat bahwa anak-anak ini tidak semuanya memiliki tingkat inteligensia yang rendah. Sebagian dari mereka ini memiliki IQ dibawah rata-rata, sebagian lagi memiliki IQ normal, bahkan ada yang diatas rata-rata. Di Amerika dan Eropa, ada bahkan yang bisa mencapai gelar Doktor (S3).

Secara umum, seorang anak autis bisa dikatakan ‘sembuh’ jika ia mampu hidup mandiri (sesuai dengan tingkat usia), berperilaku normal, berkomunikasi dan bersosialisasi dengan lancar serta memiliki pengetahuan akademis yang memadai untuk anak seusia mereka.

Untuk bisa dikategorikan berhasil ‘sembuh’ , banyak faktor yang menentukan. Diantaranya, derajat keparahan dari kondisi autis, usia anak, tingkat kecerdasan dan kemampuan berbahasa dari sang anak, fasilitas penunjang seperti dokter, terapis dan sekolah khusus, kesiapan orang tua dalam membantu mencari yang terbaik bagi sang anak, serta dukungan dari masyarakat luas.

 

  1. Akan sembuhkah bila nama anak saya diganti?

Orang tua memberikan nama yang baik pada setiap anak dengan harapan dan doa yang baik untuk anak tersebut. Yang penting dilakukan, bukanlah mengganti nama anak, tetapi mencari tahu apa yang telah dilakukan orang tua lain dan berhasil. Pada prinsipnya kunci utama keberhasilan anak autis adalah :

  • Diagnosa Akurat
  • Pendidikan tepat, dan
  • Dukungan yang kuat

Diagnosa akurat, memberikan kepastian pada orang tua apakah putra/putri mereka termasuk kategori autis.

Pendidikan yang tepat, memberikan kesempatan anak autis untuk dapat mengejar keterlambatan perkembangan yang dialaminya.

Dukungan yang kuat diperlukan orang tua agar supaya penyembuhan anak autis bisa dilakukan secara menyeluruh (holistik). Yaitu tidak hanya segi kesehatan tubuh, namun juga daya pikir dan kejiawaan anak.

  1. Kapankah munculnya autsime pada anak?

Hampir pada seluruh kasus, autisme muncul pada saat anak lahir atau pada usia 3 tahun pertama. Menurut penyelidikan di Amerika, autisme terjadi kurang lebih pada 10 anak dari 10.000 kelahiran. Kemungkinan terjadinya 4 kali lebih sering pada laki-laki dibandingkan perempuan. Di majalah TIME, bulan Mei 2002 disebutkan bahwa oenelitian terakhir di Amerika menunjukkan bahwa 1 diantara 150 anak berusia dibawah 10 tahun atau sekitar 300.000 anak-anak memiliki gejala autisme. Statistik ini belum mencakup yang dewasa.  Jika ditotal secara keseluruhan, anak dan dewasa, jumlahnya menjadi sekita 1 juta orang. Hal ini 5 kali lipat lebih banyak dari Down Syndromedan 3 kali lipat lebih banyak dibandingkan penderita diabetes anak-anak (Juvenile Diabetes)

Autisme terjadi di belahan dunia manapun. Tidak peduli pada suku, ras, agama maupun status sosial, seperti pendidikan, pekerjaan, kekayaan maupun kesehatan jasmani orang tua.

Saat ini autisme semakin menjadi ‘wabah’, karena media membantu mengungkapkan kasus ini. Disamping itu, tingkat terjadinya autisme pada anak-anak semakin tahun semakin tinggi. Hal ini diperkirakan karena tingginya polusi lingkungan, tambahan kimiawi pada makanan dan minuman serta semakin membaiknya pengetahuan untuk mendiagnosa kondisi ini.

  1. Apakah autisme disebabkan karena pola asuh yang salah?

Tidak.

Dijaman dahulu sekitar tahun 1960-an anak autis dianggap sebagai produk keluarga yang “dingin”, yang tidak mewujudkan kasih sayang dalam bentuk pelukan, ciuman atau pujian. Di Amerika, para ibu yang kurang memberi kasih sayang nyata, dituduh menjadi penyebab fenomena anak autis.

Namun di era 1970 – 1980 an di Amerika, telah dibuktikan bahwa anak autis ini lahir dari keluarga, agama dari strata sosial manapun, yang tidak hanya hangat, tetapi mereka juga saling mengasihi. Perlu diingat, karena anak auutis ini seringkali kurang dapat menunjukkan ekspresi atas emosi yang mereka rasakan, kadangkala perasaan bahwa kita (sebagian orangtua) tidak dapat memberi kasih sayang itu muncul karena anak-anak ini tidak memberi reaksi, saat kita memeluk mereka. Anak autis cenderung meronta saat dipeluk, tidak beraksi saat dipanggil namanya dan menghindari kontak mata saat kita menatap wajah mereka. Saat ini, penyelidikan mengenai penyebab autisme banyak diarahkan pada riset biologis terutama pada susunan syaraf di otak.

 

  1. Saya seorang ayah dengan 2 anak, masa lalu saya ‘dekat’ dengan alkohol dan obat-obatan. Beberapa bulan yang lalu, putra sulung dinyatakan autis, apakah ada hubungannya masa lalu saya dengan autisme pada anak?

Ayah menggunakan obat-obatan dan alkohol, hingga saat ini tidak disebutkan sebagai salah satu penyebab terjadinya autisme pada anak. Namun demikian, riset telah membuktikan, bahwa orang tua yang menkonsumsi alkohol dan obat-obatan, mempengaruhi kualitas kesehatan dan perkembangan pada keturunan mereka.

  1. Apa salah saya sehingga anak saya autis?

Tidak ada satupun manusia yang luput dari kesalahan. Anak autis itu tidak diamanatkan pada sebuah keluarga karena kesalahan dari orang tuanya.

Autisme adalah gangguan perkembangan. Apakah orangtuanya salah atau tidak, gangguan perkembangan ini akan terjadi secara random atau acak. Tidak peduli suku, agama, ras maupun status sosial dari keluarga tersebut.

Yang sering terjadi, orang tua merasa bersalah pada saat mereka mengetahui putra/putrinya didiagnosa autis. Ini adalah hal yang wajar, seperti yang diungkapkan oleh Elizabeth Kubler Ross dalam bukunya “In Death an Dying”. Beliau menyatakan bahwa manusia memiliki reaksi-reaksi tertentu dalam menghadapi cobaan dalam hidup ini. Ia membaginya menjadi 5 tahap (dalam konteks orang tua dari anak-anak dengan kebutuhan khusus).

Tahapan ini bisa dijelaskan sebagai berikut :

Tahap pertama : MENOLAK MENERIMA KENYATAAN (DEANIAL)

Tahap kedua      : MARAH (ANGER)

Tahap Ketiga      : MENAWAR (BARGAINING)

Tahap Keempat                : DEPRESI (DEPRESSION)

Tahap Kelima     : PASRAH MENERIMA KENYATAAN (ACCEPTANCE)

TAHAP MENOLAK MENERIMA KENYATAAN (DENIAL)

Biasanya ditandai dari rasa tidak percaya saat menerima diagnosa. Perasaan orang tua selanjutnya akan diliputi kebingungan. Bingung atas artinya diagnosa, bingung akan apa yang harus dilakukan sekaligus, bingung mengapa hal ini dapat terjadi pada anak mereka?

Kebingungan ini sangat manusiawi, karena umumnya orang tua mengharapkan yang terbaik untuk keturunan mereka. Tidak mudah bagi orang tua manapun untuk dapat menerima apa yang sebenarnya terjadi. Kadangkala terselip rasa malu pada orang tua untuk mengakui bahwa hal tersebut dapat terjadi dikeluarga mereka. Keadaan bisa menjadi bertambah buruk, jika keluarga tersebut mengalami tekanan sosial dari lingkungan untuk memberikan keturunan yang ‘sempurna’. Kadang dakam hati muncul pernyataan ‘tidak mungkin hal ini terjadi pada anak saya’ atau ‘tidak pernah terjadi keadaan seperti ini dikeluarga kami’.

TAHAP MARAH (ANGER)

Biasa dilampiaskan kepada beberapa pihak sekaligus.  Bisa kepada dokter yang memberi diagnosa. Bisa kepada diri sendiri atau kepada pasangan hidup. Bisa juga muncul dalam bentuk menolak untuk mengasuh anak tersebut. Pernyataan yang sering timbul dalam hati (sebagai reaksi atas rasa marah) muncul dalam bentuk “Tidak adil rasanya…” Mengapa kami yang mengalami ini? Atau “Apa salah kami?”

TAHAP MENAWAR (BARGAINING)

Pada tahap ini orang tua berusaha untuk menghibur diri dengan pernyataan seperti : “Mungkin kalau kami menunggu lebih lama lagi, keadaan akan membaik dengan sendirinya.”

TAHAP DEPRESI (DEPRESSION)

Muncul dalam bentuk putus asa, tertekan dan kehilangan harapan. Kadangkala depresi dapat juga menimnulkan rasa bersalah, terutama di pihak ibu, yang khawatir apakah keadaan anak mereka merupakan akibat dari kelalaian selama hamil, atau akibat dosa dimasa lalu. Ayahpun sering dihinggapi rasa bersalah, karena merasa tidak mampu memberikan keturunan yang sempurna.

Putus asa, sebagian bagian depresi, akan muncul saat orang tua mulai membayangkan masa depan yang akan dihadapi sang anak. Terutama jika mereka memikirkan siapa yang dapat mengasuh anak mereka, pada saat mereka meninggal.

Harapan atas masa depan anak menjadi keruh dan muncul dalam bentuk pernyataan : “Akankah anak kami mampu hidup mandiri dan berguna bagi orang lain?” Pada tahap depresi, orang tua cenderung murung, menghindar dari lingkungan sosial terdekat, lelah sepanjang waktu dan kehilangan gairah hidup.

  1. TAHAP PASRAH DAN MENERIMA KENYATAAN (ACCEPPTANCE)

Pada tahap ini, orang tua sudah menerima kenyataan baik secara emosi maupun intelektual. Sambil mengupayakan “penyembuhan”, mereka mengubah persepsi dan harapan atas anak. Orang tua pada tahap ini cenderung mengharapkan yang terbaik sesuai dengan kapasitas dan kemampuan anak mereka.

  1. Apakah adatest yang dapat dilakukan untuk mengetahui janin akan menyandang autis atau tidak saat ibu hamil?

Hingga saat ini belum ada tes yang dianggap akurat, untuk mengetahui apakah janin akan menyandang autis atau tidak.

  1. Apa yang harus kami persiapkan saat konsultasi ke dokter (untuk mencari diagnosa anak kami)?

Siapkan daftar pertanyaan yang merupakan rincian keprihatinan anda. Beusahalah sejujur mungkin dalam menjelaskan keadaan anak anda. Berusaha terlihat lebih baik, tidak akan membantu “penyembuhan” anak anda.

Mulailah pertanyaan dengan format : Diagnosa, Pendidikan dan Dukungan

Tanyakan pada dokter anda tentang diagnosa anak anda, dimana mencari informasi lebih lanjut dan lain-lain?

Pertanyaan seputar pendidikan bisa mencakup, terapi apa yang sebaiknya dilakukan, dimana dan siapa yang kompeten untuk melakukan terapi ini? Apakah ada sekolah yang perlu dihubungi untuk pendidikan anak?

Selanjutnya, tentang dukungan, yang perlu ditanyakan adalah, dukungan apa yang bisa didapat anda sebagai orang tua. Apakah ada buku atau informasi untuk orang tua, adakah grup diskusi untuk anda? Apakah ada konselor khusus untuk orang tua yang dapat membantu anda melewati masa-masa sulit? Apakah yang dapat dilakukan keluarga besar untuk membantu anak autis ini? Dan sebagainya.

  1. Kami baru saja menerima diagnosa autis untuk anak kami. Sedih dan bingung rasanya. Kami ingin menceritakan keadaan ini kepada orang lain. Sipakah yang paling tepat untuk kami ajak berbagi?

Kalau boleh saya sarankan, sebaiknya anda menenangkan diri dulu. Carilah informasi tentang autisme sebanyak mungkin, sebelum anda menceritakan diagnosa tersebut pada orang lain. Anda perlu mencerna dan mencari informasi tentang apa yang perlu dilakukan.

Jika anda sudah tenang dan siap, pilihlah anggota keluarga atau sahabat yang anda yakini akan mengerti dan memberi dukungan. Hindari keluarga atau sahabat yang cenderung menghakimi cara anda mendidik anda. Berbagilah dengan mereka yang memiliki kemampuan yang mendengarkan yang sabar, bijaksana dan positif. Siapkan jawaban, saat keluarga dan sahabat menanyakan, dukungan apayang dapat mereka berikan untuk meringankan beban anda. Misalnya, dukungan dalam mencari informasi tentang sekolah , diet, terapi dan lain-lain.

  1. Apakah ini santet yang dikirim ke keluarga saya?

Mari kita tidak terpaku atas sesuatu yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Kalau autisme terjadi karena santet, seharusnya di Amerika, Australia, Eropa tidak terjadi autisme, karena santet tidak populer di negara maju seperti negara-negara tersebut. Jadi, santet dan autisme adalah 2 hal berbeda yang tidak saling berhubungan.

  1. Tentang diagnosa autis, kita mingkin saja dapat menemukan seorang anak autis yang memiliki kemampuan mengingat (memorizing) yang hebat, tetapi apakah mungkin seorang anak autis memiliki imajinasi yang luar biasa?

Tidak sedikit anak autis yang tidak hanya memiliki daya ingat yang kuat, tetapi juga kemampuan imajinasi diatas rata-rata, terutama imajinasi visual.

Oleh sebab itu, ada anak autis yang mampu melukis dengan indah, menciptakan lagu dan memainkan nya pada alat musik, membuat kartun animasi dan sebagainya.

  1. Apakah anak saya autis karena ada keinginan orangtuanya, yang belum terpenuhi?

Tidak.

Setiap orang tua pasti memiliki harapan yang belum terpenuhi. Tetapi tidak semua orang tua memiliki anak autis. Jawaban saya : tidak ada hubungannya antara keinginan orang tua yang belum terpenuhi dengan terjadinya anak penyandang autis dikeluarga tersebut. Sekali lagi, autis terjadi karena gangguan perkembangan yang penyebabnya hingga saat ini masih diselidiki.

  1. Apakah anak saya autis karena suami membunuh binatang ketika saya hamil?

Tidak.

Kalau kita menggunakan anggapan bahwa kalau ayah membunuh binatang pada saat ibu hamil, anaknya akan autis, tentu para pemburu zaman dahulu (yang menggunakan senjatauntuk berburu binatang untuk dimakan) semuanya memiliki anak autis. Jadi, tidak ada hubungannya antara membunuh binatang pada saat istri hamil, dengan memiliki anak autis.

  1. Saya tidak memiliki teman atau keluarga yang anaknya autis. Sebagai orang awam, akhir-akhir ini saya sering membaca koran tentang fenomena ini. Karena tidak memiliki lata belakang profesi medis, bagaimana saya dapat mengetahui apakah autisme itu dan bahwa seorang anak memiliki ciri-ciri autis? Apakah ada cara yang mudah agar orang awam maupun orang tua yang belum mengetahui anaknya autis dapat mewaspadai adanya gejala-gejala autis?

Autisme adalah gangguan perkembangan yang pervasif (mendalam) pada anak, anak seringkali muncul sebelum usia 3 tahun, yang mempengaruhi kemampuan kognitif, interaksi sosial dan komunikasi, dimana anak sering menunjukan perilaku yang kadangkala repetitif (berulang-ulang), terbatas (restricted) atau juga khas (stereotype). Definisi ini meruopakan paparan yang dicantumkan para ahli dengan menggunakan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disordrs (DSM-IV, 1994).

Untuk memenuhi kriteia autisme, seseorang harus memiliki minimal 6 kriteria dari 3 daftar berdasarkan DSM-IV di bawah ini :

Gangguan dalam interaksi sosial (minimal 2 kriteria) :

  • Rendahnya kemampuan berinteraksi sosial melalui komunikasi non-verbal seperti kontak mata, ekspresi mukan dan gerak-gerak tubuh.
  • Tidak mampu berinteraksi sosial dalam kelompok seperti layaknya anak-anak seusianya
  • Tidak memiliki keinginan untuk berbagi kesenangan untuk berbagi kesenangan, prestasi atau keinginan tahuan dengan anak lain.
  • Tidak mampu memberikan reaksi secara sosial atau emosional atas apa yang terjadi pada orang-orang disekitar mereka. Misalnya, tidak dapat menunjukkan simpati pada saat orang lain bersedih, tidak membalas memeluk pada saat dipeluk, tidak mampu membaca kemarahan di wajah orang lain dan lain-lain.

Gangguan dalam komunikasi (minimal 1 kriteria) :

  • Terlambat atau tidak adanya kemampuan berbicara yang mana tidak juga dikompensasikan dengan menggunakan bahasa isyarat dengan gerak tubuh
  • Kalaupun dapat berbicara, tidak mampu memulai percakapan atau mempertahankan percakapan
  • Bahasa yang digunakan cenderung berulang-ulang, kaku, khas (stereotype) dan agak aneh (idiosyncratic).
  • Dibandingkan dengan pertumbuhan untuk anak seusia, tidak mampu bermain dengan meniru, khayalan (make believe play) atau spontan.

Sering melakukan kegiatan, bertingkah laku dan merasa tertarik pada sesuatu yang berulang-ulang, terbatas (restricted) dan khas (minimal 1 kriteria)

  • Rasa tertarik yang cenderung abnormal dari segi fokus dan intensitas terhadap suatu kegiatan yang khas yang terbatas. Misalnya, mengulang-ulang sebuah adegan dari film/video terus menerus, berjalan tanpa henti dalam bentuk lingkaran dan lain-lain
  • Memiliki kebiasaan ritual atau rutin yang harus diikuti (yang sering kali tidak bermakna apa-apa bagi orang lain). Misalnya, harus melalui jalan tertentu menuju sekolah, hanya mau tidur jika menggunakan baju tertentu.
  • Rasa tertarik berlebihan pada suatu bagian dari sebuah benda. Misalnya, roda pada mobil-mobilan.
  • Sering melakukan gerakan tertentu yang khas dan berulang-ulang. Misalnya : Mengepak-ngepakkan tangan berulang-ulang, berjongkok sambil menggoyangkan –goyangkan badan ke depan dan belakang (rocking) dan lain-lain.

Selain memenuhi 6 kriteria dari daftar diatas, kriteria tambahan adalah, bahwa anak tersebut sebelum usia tiga tahun sudah menunjukkan ketidaknormalan (atau keterlambatan) dalam berinteraksi sosial, berbicara dan bermain menggunaka daya imajinasi.

 

JAKARTA

Dr. Dwidjo Saputro, SpKj
Smart Kid (Klinik perkembangan Anak dan Kesulitan Belajar)
Puri Sentra Niaga, Puri Indah Blok T3 No. 9
Puri Indah – Jakarta Barat.
Telepon : 021 – 58302928

Dr. Iramaswati Kamarul,SpA dan Dr. Gitayanti,SpKj
RSAB Harapan Kita (Klinik Tumbuh Kembang)
Jl. Letjen S. Parman Kav. 87, Slipi – Jakarta Barat
Telepon : 021 – 5668284

Dr. Ika Widyawati,SpKj
RS Pondok Indah (Klinik Tumbuh Kembang)
Jl. Metro Duta Kav. UE Pondok Indah – Jakarta Selatan
Telepon : 021 – 7692252

Dr. Melly Budhiman,SpKj
RS Metropolitan Medical Centre (MMC)
Jl. HR. Rasuna Said Kav. 21 – Jakarta Selatan
Telepon : 021 – 7657525, 021 – 7502749

Dr. Ellyati,SpKj
RS Pusat Pertamina
Jl. Kyai Maja 43, Kebayoran Baru – Jakarta Selatan
Telepon : 021 – 7200290

Dr. Erlina Sutjiadi,SpKj
RSPAD Gatot Subroto
Jl. Abdul Rachman Saleh No. 24 – Jakarta Pusat
Telepon : 021 – 3446456

Dr. Hardiono Djuned Pusponegoro,SpA
Klinik Anakku
Jl. Kelapa Gading Boulevard – Jakarta Utara
Telepon : 021 – 4502355, 021 – 4502356

Bagian Syaraf Anak FKUI / RSCM
Jl. Salemba 6 – Jakarta Pusat
Telepon : 021 – 3907740
BANDUNG

Dr. Nelly A. Risan SpA
RS Hasan Sadikin
Jl. Pasteur 36, Bandung
Telepon : 022 – 2034426

Prof. Dr. Anna Alisjahbana
Dr. Dewi k Utama
Dr. Reggy Panggabean
Sub Bagian Neurology FK UNPAD
Jl. Pasir Kaliki – Bandung
Telepon : 022 – 2037823

Dr. Purboyo
Pusat Terapi Kelainan Perkembangan & Syaraf Anak
”Our Dream”
Jl. Dago No. 347 – Bandung

YOGYAKARTA

Dr. E.S. Herini,SpA (K)
Poliklinik cempaka Mulya RS Dr,Sardjito
Jl. Godean KM 6.5 (Jl. Pramuka No. 30) Sidoarum – Yogyakarta
Jl. Kesehatan No. 1
Telepon : 0274 – 553140, 0274 – 798349
HP : 08122943797

Dr. Sunartini Hapsara PhD,SpA (K)
Jl. P. Romo No. 17 Kotagede – Yogyakarta
Telepon : 0274 – 376718

Dr. Mahar Agusno,SpkJ
Poliklinik Tumbuh Kembang
Poliklinik Cempaka Mulya
Poli Jiwa RS Dr. Sardjito
Telepon : 0274 – 553140
HP : 08122732316

Dr. Bambang Hastha Yoga SpKJ
Poliklinik Tumbuh Kembang
Poliklinik Cempaka Mulya
Poli Jiwa RS Dr. Sardjito
Griya Taman Sari Sektor 1 Blok A No. 20 Srimartani,
Piyungan Bantul – Yogyakarta
Telepon : 0274 – 553140
HP : 08882743933
PALEMBANG

Dr. Rismarini SpA
RS Muhammad Husein (Bagian Anak)
Jl. Jendral Sudirman KM 3,5 – Palembang
Telepon : 0711 – 372832

Dr. Lawi Yusuf
RS Jiwa KM 6 – Palembang
SURABAYA

Dr. Sasanti Yuniar SpKJ
Dr. Fatimah SpKJ
Dr. Lestari SpKJ
Dr. Endang Gozali SpKJ
RS Dr. Soetomo, Bagian Psikiater
Jl. Mayjen Prof Dr. Mustopo No. 6-8
Telepon : 031 – 5501669, 031 – 5501111

MEDAN

Prof. Dr. Jusuf Simbolon SpKJ
Bagian Psikiatri, FK UISU – Medan
Telepon : 061 – 8364232
HP : 08126576280

Dr. Terapul Tarigan SpA
Jl. Jamin Ginting 264,Padang Bulan – Medan

JAKARTA SELATAN

Kitty Centre
Pertokoan Bona Indah A2/A10
Jl. Karang Tengah Raya, Jaksel
Ph. 7655129

Dwi Gantari Indonesia
(Bpk. Marjuki – Ibu Evie Sabir)
Jl. Benda III No. 27-27A Kebayoran,Jaksel
Ph. 7247211

Klinik Sasana Husada
Jl. Kyai Maja 19 (depan RS Pertamina),Jaksel
Ph. 7222410

Yayasan Balita Mandiri
Jl. T.B. Simatupang Raya Plaza III
Pondok Indah Blok. E2,Jaksel 12310
Ph. 75900181

Yayasan Pelita Hatiku (Ibu Rumondang)
Jl. Mandar XX Blok. DD 13 No. 37
Sektor 3 Bintaro Jaya,Jaksel
Ph./Fax. 021 – 7357646

Klub Terapi Autirsma (Bpk. Tamtam S.)
Pamulang Permai II Jl. Benda Barat 8A
Blok D15 No. 8 Pamulang
Ph. 7405462

Yayasan Permata Hati Ibu
Jl. Gatot Subroto Komplek MBAU Pancoran Jaksel
Ph. 7995121

JAKARTA PUSAT

Terapi Wicara – Sasana Bina Wicara
Jl. Kramat VII No. 27,Ph. 3140636
Yayasan Jambangan Kasih
Jl. Kramat VI no. 44,
Ph. 3909175

JAKARTA TIMUR

KID Autis – JMC (Dr. Rudi Sutadi,SpA)
Konsultas:JMC Jl. Buncit RAYA No. 15
Jaksel,Ph. 7940836/37
Terapi:Jl. Otista Raya No. 82 Jakarta Timur
Ph. 8198691/93 (depan apotik Fiducia)

Perkumpulan Terapis Rumah – Koord. Ibu Ria
Telp. 0818-931495 (Ibu Ria)
Dini Centre
Jl. Kemuning IV G2 No. 17 Bumi Malaka Asri
Duren Sawit Jakarta –13460
Ph. 86609971

JAKARTA BARAT

Kitty Centre – Green Garden
Blok N 10A – 32 Jakbar Ph. 5815661
Growing Lestari – Ibu Ellen Solaiman
Jl. Raya Kebayoran Lama Pal. 7 No. 5 Jakbar
Ph. 5306520,5324387

Talitakum I
Jl. Raya Panjang No. 18 Kebon Jeruk Barat Jakbar
Ph. 5323606

Talitakum II
Sentra Niaga Puri Indah Blok. T-3 No. 9 Puri Indah
Ph. 583029/6 Fax. 58301911

Smart-Kid
(Klinik Perkembangan Anak &Kesulitan Belajar)
Puri Sentra Niaga T1-35 Puri Indah Jakarta Barat.
Ph. 58302928,Fax. 58302930

DEPOK

Pusat Terapi “Kasih Mama II” (Ibu Debora Ratna)
Jl. Aira Raya No. 15 RT 01/16 Komplek Villa Pabuaran Indah Citayam
Depok
Ph. 7755440,HP:0812-9242776

Yayasan YAMET Al-fikri
Jl. Studio Alam
Sukma Jaya
Depok

TANGERANG

Pelatihan Al-Ihsan untuk Anaka Autisma
Perumahan Villa Melati Mas Blok. D Jl. Dahlia II No. 6 BSD
Serpong Tangerang Ph. 5386461

Batan Indah Blok. A – Tangerang
Ph. 75874961

Permata Insania
Jl. PareBlok C I No. 5. Sektor 1.6 BSD Tangerang
Ph. 5383707

BEKASI

Ananda (Ibu Suci)
Perum Persada Kemala Blok. 29 No. 10Jl. Taman Persada V Bekasi
Ph. 8855130

Mutiara Bunda (Ibu Siti Umamah)
Jl. Tanjung I 8 – A Pekayon Jaya Bekasi Selatan
Ph. 82426229

Anak Kita (Ibu Zahra Rohidin,S.Pd.)
Perumahan Pertamina SKG Tegal Gede No. D4
Jl. Raya Industri Cikarang Bekasi 17550
Ph. 8934407, 8934067 ext 7294 Fax. 8934967

Kelompok Belajar Insania
Kom. Pemda Jatiasih Jl. Nakula II Blok B No.13
Jatiasih Bekasi
Ph. 82413579 Fax. 82413578

JAWA BARAT

Yayasan La Sipala (Ibu Yusran Sipala)
Kompl. Baranang Siang Indah IV Blok D No. 31
Ph. 0251-379294

Yayasan Mutiara Bunda – BPAB (Ibu Ima)
Gn. Putri Permai Jl. Rambutan 8 Blok. C19 No.1
Gunung Putri Citeureup.
Ph. 021-8670077, HP 0818490902

AGCA Centre – Bandung
Jl. Leuwisari X/8 Bandung Ph. 022-5207782
Yayasan Jatis Hurip (Dr. Gemah Nuripah)
Jl. Yupiter Tengah No. 6 Margahayu Raya Bandung
Ph. 022-7561807

Yayasan Pelita Hafizh (Dra. Hj. Lili Halimah M.Pd.)
Jl. Kota Baru I No. 4 Bandung. Ph. 022-5204008

Yayasan Mutiara Bunda – Cabang Bogor
Villa Bogor Indah Blok EE 6 No. 33 Bogor
Ph. 0251-656742

YOGYAKARTA

Lembaga Bimbingan Autisme ” Bina Anggita”
Jl. Gedongkuning Gg. Bima/Irawan No. 42 JG II Banguntapan Bantul Yogyakarta 55198
Ph/Fax:0274-419786,0812-2735710 (Sukinah S.Pd)
Hp:0816-4224170,0812-2728856 (M. Yasin,S.Pd)

JAWA TENGAH

Poppa (Ibu Anita)
Perkumpulan Orangtua Pembina Anak Autistik
Jl. Mahesa Raya No. 450 A Semarang
Ph. 024-723656, 723641

Yayasan Pembina Anak Autis (YPAA) Drs. Naili F.
Jl. Komplek Pertokoan Citarum Blok F No. 6 Semarang
Ph. 024-3550334

AGCA Centre – Semarang
Jl. Jeruk IV/14 Semarang
HP 0812-2914434

AGCA Centre – Solo
Jl. Bhayangkara 39 (no. lama 17) Solo
Ph. 0271-713596

JAWA TIMUR

Yayasan Kasih Bunda
Jl. Manyar Kutoarjo IV/1 Surabaya
Ph. 031-5946664

Yayasan Kasih Bunda
Jl. Wisma Permai Barat MM-31 Surabaya
Ph. 031-5501669

Matahati
Ruko Permata II C73-75
Jl. HR Mohammad Surabaya
Ph. 031-7349834 Fax. 031-7349835

SUMATERA

Yayasan Ananda Karsa Mandiri (Ibu Juniwati)
Jl. Abdullah Lubis No. 15 Medan
Ph. 061-4527617,4534186 HP 0812-6565077

Yayasan Psikodata – Taman Bina Mandiri
Jl. Hang Tuah No. 142 Kec. Sa’il,Pekanbaru
Ph. 0761-35132

Pusat Pelatihan Terapi “Anak Mandiri”
Jl. Bangau 31 Sukajadi – Pekanbaru (Ibu Rovanita)
Ph. 0761-33857, Fax. 0761-592237 attn. Bagawan

YPPA – Padang
Jl Parak Gadang VIII No. 19 Padang Sumbar
Ph. 0751-24200

Yayasan Pengembangan Potensi Anak
Birugo Bungo 135 A Bukittinggi Sumatera Barat
Ph. 0752-33294

Yayasan Putrakami
Komplek Anggrek Mas Blok I No. 38
Batam Ph. 0778- 463913

Yayasan Bina Mandiri Anak (BIMA)
Jl. Enggang I No. 1 A Aprupuk Tabing – Padang
Ph. 0751-445429

KALIMANTAN

Borneo Autism Terapy Center Harapan Bunda
Jl. Arthaloka Gatot Subroto Barat I No. 25 RT. 26
Banjarmasin. Ph . 0511-271212 Fax. 0511-257851

Pondok Terapi Autisma “Anak Manis”
Jl. Mpu Jatmika No. 28 Beruntung Jaya Banjarmsin
Ph. 0511-255076

SULAWESI

Pusat Terapi “Pelita Mandiri”
Jl. Mangggis No. 10 Makassar,Sulsel
Ph. 0411-852866,0411-873661,0411-854535

SEKOLAH KHUSUS

TK Kid Gro (Dr. Dwijo Saputro,SpKJ)
Perumahan Taman Meruya Ilir
Jl. Permata Meruya Blok. D I/B9 Jakarta 11620
Ph. 5850262,5850273

SLB Autistik Fajar Nugraha (Bpk. Agus Hanafi)
Seturan II 81 A Caturtunggal
Depok Sleman Yogyakarta.
Ph. 0274-485582,517273 Fax. 0274-580277

Mandiga – Mandiri &Bahagia
(Drs. Adriana S. Ginanjar &Dra. Dyah Puspita)
Jl. Erlangga II No. 12 Kebayoran Baru JakSel
Ph. 7220178 Fax. 72791364

Sekolah Harapan Bunda – Surabaya
(Ibu Vivin C. Sungkono,S.Psi)
Pujang Jajar Tengah 81 Surabaya
Ph. 031-5024220

TLPA ” Pelita Hati” (Ibu Utami Djamaluddin)
Jl. Brawijaya No. 15 Kebayoran Baru Jaksel
Ph/Fax. 72798747 HP 0819-5457633

Special Needs School – Pelita Hati
Jl. A. Yani Km. 32 N

Pendidikan Dini An-Nur (Ibu Lilis Alis)
Jl. Ibnu Khaldun II No 21 Komplek IAIN Ciputat
Ph. 7418659

Klinik Tumbuh Kembang Anak YAMET
Jl. H. Ismail No. 15B Kompl. Taman Cilandak Jaksel
Ph. 7659839

Yayasan Lazuardi Hayati
Jl. Garuda Ujung No. 35 Griya Cinere
Ph. 753484143 Fax. 7534519

Wila Kertia (Ibu Dewi Semarabhawa)
Jl. Maleo I Blok JA No. 20 Sektor IX
Bintaro Jaya ,Jaksel
Ph. 7450426

Avanti Treatment Centre
Wisma Bayu Aji,Jl. Gandaria III/44 Jaksel
Ph. 7397616, Ph/Fax. 7397637

Klinik Tumbuh Kmbang Anak “Permata Hati”
Jl. Strada No. 29 (TK &SD Indriyasana)
Menteng Dalam Jaksel
Ph. 8354862 HP 0817-119725 (Ibu Hana)

Hikmah Autisme Centre (Ibu Kun Ganesti E.)
Jl. Maleo XIII Blok. JC VI No. 5 Sektor 9 Bintaro Jaya
Ph. 7451508 Fax. 7450559

Child Growth &Development Center (Ibu Endang)
Medika Plaza,International Clinic,Kartika Chandra Hotel Lt. 3.
Jl. Gatot Subroto Kav. 18-20 Jaksel
Ph. 5251207 Fax. 5210815

JAKARTA UTARA

YPA (Ibu Susanne R. Soetardjo)
Plaza Pasifik Blok B4 No. 84 Jl. Boulevard Barat
Kelapa Gading Permai Jakarta Utara.
Ph. 45845984

Terapi Wicara &Bahasa – Sinar Hati
(Ibu Rani Handayani)
Cipinang Timur Raya No. 61 Jakarta Timur
Ph. 4754439

Mutiara Bunda (Ibu Ima)
Legenda Wisata Ruko Byzantine Blok. F A2-3
Cibubur Jakarta Timur
Ph. 8236868 HP 0818-490902

Kaikila (Ibu Evi Sabir Gitawan,B.Sc)
Jl. Pesona Paris C4 No. 27 Kota Wisata Cibubur
Ph. 84933623 Fax. 84590683 HP 0818-119505

Efrata
Jl. Duta V No. 1 Duri Kepa Jakbar
Ph. 5669351 Fax. 5630840

Pusat Terapi “SAPUTRA”
Jl. Duri Raya Tol 1A Duri Kepa Kebon Jeruk Jakbar
Ph. 9181255,HP. 0812-9928145 (Joko)

Pusat Terapi “Saputra II”
Perum Daan Mogot Baru Jl. Kintamani Barat I Blok LS No. 10
Kalideres – Jakbar
Ph. 5443898

Permata Hati
Taman Aries,Jl. Aries Mustika IX Blok. A5/3 Meruya Jakbar
Ph. 5853223

Buah Hati
Jl. Way Seputih V No. 4 Tanjung Duren Selatan Jakbar 11470
Ph. 5686677

Yayasan Permata Hati
Griya Depok Asri Blok B6 No. 18 Depok II
Ph. 7707479

Yayasan Rahmah (Terapi Wicara)
Jl. Angin Mamiri 236 Depok II Tengah
Ph. 7706885

Pusat Terapi “Kasih Mama” (Ibu Debora Ratna)
Jl. Irian Jaya No. 106 Depok I
Ph. 7755440 HP 0812-9242776

Yayasan Firstika
Giri Loka II Blok Q No. 36 BSD Tangerang
Ph. 5370105

Talenta Centre
Villa Bintaro Regency Jl. Sumatra Blok. C-1 No. 2
Pondok Aren-Tangerang 15226
Ph. 7451970

Bintang Kecil Indonesia –BPAB (Ibu Sita Purba)
Jl. Legoso Raya Komp. Telkom Blok. A8 No. 7
Ciputat – Tangerang
Ph. 74702822,HP:0816-4826051

Yayasan Masa Depan Anakku
Taman Galaxi Indah Jl. Taman Bougenville Blok J.I No. 1-2 Bekasi
Ph. 8211491

AGCA Centre – Bekasi (Ibu Ira Christiana)
Jl. Taman Agave IIBlok. M 3/7 Taman Galaxi – Bekasi
Ph. 82406737,8202702 Fax. 8202710

Yayasan Pratama
Perumahan Jaka Permai Jl. Cendana II/62A
Bekasi Barat
Ph. 8851879 Fax. 3900248

Autism Link Therapist (Ayuna Eprilianti,S.Psi)
Jl. Bina Lontar No. 41 Jatiwaringin,Pondok Gede
Ph./ Fax:8463256 HP 0812-9324326

Bintang Kecil Indonesia (Ibu Sita Purba)
K. Telkom Satwika Permai B5 No. 5 Bekasi 17425
Telp./Fax. 82419127 HP 08164826051 (Sita Purba)

Pelatihan Anak Khusus / Terapi “Mutiara Pangestu”
Bpk. Thomas Setiawan
Jl. Karang Jalak Indah Kav. IV Sunyaragi Cirebon 45132
Ph. 0231-203020 Fax. 0231-321787

Lembaga Pendidikan Autisma “Prananda”
Drg. Elis Wendalis
Jl. Guntursari III No. 18 Buah Batu Bandung 40264
Ph. 022-7307545

Bina Anak Mandiri (Ibu Ratih Sawitridjati)
Graha Bogor Indah Blok. G No.7
Bondongan Bogor 16135
Ph. 0251-211652 Fax 0251-212041 HP 0812-9167478

Pusat Terapi dan Bimbingan Belajar “Buah Hati”
Ibu FR. Essen Setia T.
Jl. Raya Sunan Gunung Jati No. 88 Kloyon Cirebon
HP 0818-873149
Yayasan Cinta Autisma (Ibu Zephiranty Roselina)
Jl. Kencana Puri II/2 Margawangi Bandung
Ph. 022-7564552, 5211932

Sanggar Pendidikan Autisma “Dian Amanah”
Jl. Melati Wetan No. 25 Baciro Gondokusuman Yogyakarta,
Ph. 0274-563873

Pusat Terapi Autistik “Fajar Nugraha”
Jalan Seturan 2 No. 59 Catur Tunggal Depok, Sleman.
0774-485582

Yayasan Bina Anak Autisme “Torison”
Jl. Sidan – Glondongan Polokarto,Sukoharjo,Solo
Ph. 0271-610514

Wahana Putra- Purwokerto
Jl. Kober Gg. Sukun No. 15 Purwokerto
Ph. 0281-622507

Talitakum – Semarang
Jl. Lampersari No. 32 Semarang
Ph. 024-8315928

Klinik Mutiara Kasih (Dra. Lucy W. Santioso,Psi)
Perum Jati Indah No. 128 Kudus (blkg Lippo Bank)
Ph/Fax. 0291-440966

Semarang Autism School (Ibu Nurini)
Jatisari 4 No. 1 Tembalang Semarang 50275
HP 0815-6507905, 0811-279737

Yayasan Kasih Bunda – Malang
Jl. R. Tumenggung Suryo 100 Malang
Ph. 0341-498388

Yayasan Mutiara Hati – Surabaya
Jl. Medokan Asri Timur (RL) V-F No. 2-3 Surabaya
Ph. 031-8709787

Yayasan Mutiara Hati – Kediri
Jl. Papar-Pare No. 168 Kediri,Ph. 0354-396432

Dr. Sasanti Yuniar, Sp.KJ
Ketintang Permai BA 18 Wonokromo Surabaya
Ph. 031-8280114

Yayasan Tali Kasih (Bpk. Said Hamid,SE)
Jl. Sei Alas No. 18 Medan Ph. 061-4523643
Jl. KH. Wahid Hasyim No. 44 Medan
Ph. 061-4157668

Yayasan Bunga Bangsa
Jl. R. Bachsan Siagian No. 21 The Hok – Jambi
Ph. 0741-55032 HP 0812-7812401

Yayasan Bina Autis Mandiri (Dr. Muniyati)
Jl. Suhada No. 44 RT 24/08 Kampus Palembang
HP 0812-7378008

Yayasan Kasih Ananda
Jl. Pembayun No. 10 Palembang Ph. 0711-372207

Yayasan La Sipala Bina Wicara –Klinik Terapi Autis
Jl. Diponegoro No. 2 Taba Pingin Lubuk Linggau Sumsel.
Ph. 0733-325901

Kid’s Therapy Center (Ibu Eka Yulinda)
Jl. Moh Yamin No. 25A – 25 B
Payo Lebar Jelutung Jambi
Ph. 0741-669446 Fax. 0741-31235

Yakiya (Ibu Rani Tambunan)
Hayam Wuruk Medical Centre,
Jl. Hayam Wuruk No. 11-B Lt. 11 Medan 20153
Ph. 061-4151978,Fax,061-4156412

Terapi Anak Autisme Mandiri
Komp. Pertokoan Matahari No. 10 Lt. 2 Sampit Kaliteng
Ph. 0531-24981

Pusat Terapi Autis Bina Permata Keluarga
Jl. Brigjen Hasan Basri No. 6 Banjarmasin
Ph. 0511-304677

BANTEN

Pelatihan Autisma “Al – Ihsan”
Pondok Cilegon Indah Blok C5 No. 5 Banten
Ph. 0254-394863

Sekolah Cita Buana – Bagian Special Needs
(Ibu Christina Byrnes)
Wisma Subud, Jl. RS Fatmawati No. 52 Cilandak
Jakarta Selatan
Ph. 7690564 Fax. 7502616

Sekolah Harapan Aisyiyah
Jl. Bhayangkara No. 65 Mojokerto Jawa Timur
Ph. 0321-391236

Graha Rama – Special Needs
Australian International School
Jl. Jati Murni 1 A-B Pejaten Pasar Minggu Jaksel
Ph. 7805152 Fax.7806037

TK Khusus Autisme – Bina Anggita Yogyakarta
Jl. Gedongkuning Gg. Bima Irawan No. 42 JG III Banguntapan,Bantul –Yogyakarta
Ph/Fax. 0274-419786, 0812-2735710 (Sukinah,S.Pd)
HP 0816-4224170

Special Needs Center – Sekolah Alam – Ciganjur
Jl. Anda 7 X Ciganjur Jakarta Selatan
Ph. 78881659 HP 0818-490902

Nirmala Nugraha (Bpk. Saragih)
Jl. Bintaro Permai No. I Bintaro Jakarta Selatan
Ph. 73882443,73690027